Galeri

BA(ng)-TAGOR LEGENDARIS – Jajan Magelang

BA(ng)-TAGOR namanya , spesialis jualan tagor #heleh batagor keleus 😽
.
.
.
Berbeda dari yang lain , batagor buatan beliau berbentuk bulatan kecil.. isinya tahu putih yang telah di potong dadu dan berselimutkan tepung , lalu digoreng hingga kecokelatan
.
.
.
Enak dimakan hangeut – hangeut , dan boleh beli berapa aja.. Tiga rebuan ge masih dilayani.. Bahkan mungkin untuk seukuran anak – anak SD , seribu bakal beliau layani 👏👏👏
.
.
.
Beliau memulai berjualan dari SD ke SD lalu biasanya mampir sebentar di SMAN 1 Magelang , lalu beranjak ke SMPN 7 Magelang dan rehat sejenak di SMAN 4 Magelang..
(setahuku loh ya 😂🙏)
.
.
.
Jajanan favorit semasa smp, sampe sekarang pun iyak 🙊 bikin kangen. Bukan BA(ng)TAGORnya lho yaa, tapi batagornya 🤗
Monggo dilarisi , Batagor legendaris 💃

.

.

.

#batagor #batagormagelang #batagorlegendaris #kuliner #kulinermagelang #magelang #wisatamagelang #genpimagelang #kulinerindonesia #kulinermurah #kulinermagelangmurah #jajan #jajanmagelang #jajanmagelangmurah #batagormurah

Galeri

SENJA KALA ITU – 31 Desember 2017

Dijalan yang dulu sering aku lewati saat berangkat dan pulang sekolah semasa aku duduk di bangku Sekolah Dasar.

Disana tersimpan saksi bisu , ketika aku Mulai Belajar Berdagang.

Berangkat diantar Bapak naik Vespa , membawa se-Termos Es Lilin beraneka rasa. Ada es roti, es teh, es kacang ijo, es susu, dan lain – lain.

Es lilin atau sering juga di sebut Es Mambo , aku jual 250 perak kala itu (kalau tidak salah).

Jualanku ini memang tak selalu habis, tak selalu untung. Tapi disinilah kita belajar, tentang apa itu BISNIS. Yaaa walopun cuma jualan es seharga 250 perak doank. 😂
Karena aku hanya diantar ke sekolah, Pulang sekolah itu bisa di bilang untung-untungan. Kalau jualan Es Habis, otomatis termosnya kosong / berkurang isinya dan aku mudah membawanya, selain bawa tas yang berisi buku-buku pelajaran.
Nah, kalo jualnnya belom habis alias masih tersisa.. Mau tak mau aku harus menenteng termos tadi sampai rumah.. Lumayan lah yaa, gak ada 1 kilometer kok. Hanya saja dengan tubuhku yang kurus saat SD dan menitipkan jualan es bukan hanya di Kantin Sekolah, jadi terasa sekali Nikmatnya..
Belum lagi jika cuaca sangat terik 😅 benar – benar terasa sekali Nikmatnya berjalan kaki dari SD membawa 2 termos Es yang (pernah) masih terisi banyak dengan tubuhku yang kecil dan kurus dulu 😊. 
Alhamdulillah, Barakallah…

Ternyata orang tuaku telah menanamkan Jiwa Pejuang Sejak Dini, Jiwa Dagang yang masih terus harus belajar lagi.. Terimakasih Pak, Bu..

indah dan nikmatnya belajar dari kehidupan 😊

Semoga Menginspirasi .